Langsung ke konten utama

Terdampak Longsor, Warga Ponorogo Ingin Relokasi di Lahan Pribadi

Nasional, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur segera merelokasi permukiman warga yang tertimbun tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung. Sebanyak 28 rumah yang dihuni 128 jiwa rusak dan rata dengan tanah.

“Untuk relokasi permukiman permanen, warga sudah sepakat (pindah) di lahannya masing-masing,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni ditemui di posko bencana tanah longsor, Ahad, 2 April 2017.

Baca: Longsor Ponorogo, Gus Ipul: Seharusnya Korban Bisa Dicegah

Sebelum relokasi berlangsung, ia melanjutkan, pemerintah setempat akan mengirim data lokasi lahan milik warga ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Apabila lahan tersebut dinyatakan aman, maka proses pembangunan bakal dilangsungkan. “Pemerintah akan mencarikan dananya. Insya Allah di BNPB ada,’’ ujar Ipong.

Sedangkan untuk perabot pemukiman baru, ia mengatakan, akan ditanggung oleh Kementerian Sosial. Hal itu sesuai dengan pernyataan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang mengunjungi lokasi tanah longsor di Desa Banaran. Khofifah membenarkan hal tersebut.

Baca: Longsor Ponorogo, Evakuasi 27 Warga Tertimbun Terhambat Hujan

Menurut Khofifah, warga yang ingin mendirikan rumah di atas ladangnya dipersilakan. Namun, tetap harus dianalisasi tentang tingkat keamanan lahannya oleh BNPB. “Kementerian akan memberikan bantuan untuk menyiapkan isi hunian tetap berupa meleber dan lain-lain,’’ kata dia.

Bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo terjadi Sabtu, 1 April 2017. Akibatnya, 28 warga dinyatakan hilang dan dua di antaranya telah ditemukan sehari kemudian. Dua di antaranya telah ditemukan pada Ahad siang.

Katemi, 70 tahun dan Iwan Danang Suwandi,30 tahun yang merupakan dan cucu itu tinggal serumah. Tubuh mereka ditemukan di antara timbunan tanah dan bangunan rumah yang hancur.

Baca: Longsor di Ponorogo, Ratusan Warga Diungsikan ke Zona Lebih Aman

Hingga kini, 26 korban yang dinyatakan tertimbun tanah longsor masih dicari petugas dari sejumlah instansi. Petugas itu di antaranya berasal dari Basarnas, BPBD se-eks Karesidenan Madiun, TNI Angkatan Darat, kepolisian, dan relawan. Selain itu, 100 warga mengalami luka-luka dan 28 rumah rusak parah. BPBD Ponorogo belum dapat menaksir nilai kerugian material akibat bencana tersebut.

NOFIKA DIAN NUGROHO

Komentar